Rabu, 20 Januari 2010

Buku Sekolah

http://bse.depdiknas.go.id/index.php

KM Bukit Raya Kandas di Tarempa

Kapal Singapura Tenggelam di Lagoi

ANAMBAS-Kuatnya angin dan buruknya cuaca di peraian Kepri sejak beberapa hari terakhir menyebabkan dua kecelakaan kapal, Minggu (17/1). Kecelakaan pertama terjadi di perairan Tarempa, Anambas pukul 14.45 WIB dan menyebabkan kapal motor (KM) Bukit Raya kandas di batu karang. Kecelakaan kedua, melanda Kapal Joyfull Noiseasal asal Singapura di Perairan Lagoi, Bintan pukul 16.45 WIB. KM Bukit Raya yang berbobot ribuan ton itu nyaris menabrak Wisma Tanjung Indah yang ada di bibir pantai. Suara pekikan penumpang yang panik pun langsung memecah saat kejadian. Demikian pula dengan orang-orang yang tengah berada di Wisma Tanjung Indah.

Sementara itu pada kecelakaan tenggelamnya Kapal Joyfull Noise asal Singapura, seorang nakhoda dan anak buah kapal berhasil diselamatkan oleh olisi pariwisata Polres Bintan yang bertugas di Lagoi dan crew sea sport Bintan Lagoon Resor (BLR) Lagoi dengan mempergunakan jet ski. Masih untung tidak ada korban jiwa dalam dua kecelakaan laut tersebut.

"Syukurlah ada karang besar, kalau tidak kapal pasti telah menabrak Wisma Tanjungindah," kata Suman salah seorang warga yang tengah berada di lokasi kejadian.

Kapal ini baru saja bertolak dari Pelabuhan Tarempa. KM Bukti Raya ini dijadwalkan akan melalui rute Ranai, Midai, Serasan dan Pontianak.
Sebelum kejadian KM Bukit Raya menurunkan penumpang dari Jakarta dan Tanjungpinang yang turun di pelabuhan Tarempa.

Masih untung tidak ada korban pada musibah ini dan juga tidak mengalami kerusakan. Setelah dua jam kemudian, ketika air pasang datang dan angin mulai agak tenang,  kapal pun kembali berlayar.

"Akibat cuaca yang buruk, kapal kehilangan kendali. Masih untung Kapten Bayu S.A berhasil mengelakkan karang yang besar dan secepatnya melemparkan sauh dari bagian belakang kapal sehingga kapal tak terseret angin lagi," kata Darlis Plh Kepala Syahbandar Tarempa. Minggu (17/1)

Darlis menjelaskan musibah itu terjadi Minggu (17/1) sekitar pukul 14.45 WIB. Kapal baru bisa lepas dari karang kembali pukul 16.00 WIB. Setelah lepas dari karang, kemudian dilakukan pemeriksaan atau pengecekan terhadap kondisi kapal.

Sebelumnya pihak Syahbadar Pelabuhan Tarempa telah berupaya mencari langkah antisipasi apabila kapal itu tidak juga lepas setelah air pasang datang. Pihak syahbandar telah menghubungi pihak Conoco Philips dan meminta tug boat untuk menarik KM Bukit Raya tersebut. Tug boat milik Conoco Philips pun hampir sampai di lokasi kejadian. Lima menit menjelang tug boat sampai ke lokasi, kapal KM Bukit Raya berhasil lepas.

"Kami sudah menghubungi pihak conoco untuk menarik kapal tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Darlis. Kejadian itu menyedot perhatian warga Tarempa. Ratusan orang mendatangi lokasi kejadian. Sampai kapal telah meninggalkan lokasi kejadian menuju Ranai, Natuna masih ada warga yang berdatangan ke pantai tersebut.

Kapal Singapura Tenggelam
Kapten kapal Joyfull Noise bernama Suherman (51), warga Negara Indonesia dan kepala kamar mesin (KKM) Antonio Fernando (45) warga Negara Filipina berhasil diselamatkan oleh polisi pariwisata Polres Bintan yang bertugas di Lagoi dan crew sea sport Bintan Lagoon Resor (BLR) Lagoi dengan mempergunakan jet ski.

“Kita berhasil menyelamatkan 2 crew kapal asal Singapura terapung-apung diperairan depan Bintan lagoon setelah kapal mereka tenggelam dihajar gelombang,” kata Kapolres Bintan AKBP Yohannes S Widodo, Minggu (17/1).

Menurut Kapolres, kapal berangkat dari Singapura pada Sabtu (16/1) sekitar pukul 12.00 WIB dan tenggelam sekitar 5 mil dari pantai BLR Lagoi pada Minggu petang (17/1) sekitar pukul 16.45 WIB.  “Kami hanya menemukan kedua ABK tersebut dan tidak ada orang lain,” tegas Kapolres.

Kapal saat itu memang sedang kosong dan tidak membawa apa-apa dari Singapura menuju Brunei Darussallam.  Kedua ABK langsung diselamatkan dan diberi tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kepada keduanya.

Selanjutnya, Polres Bintan melakukan koordinasi dengan Kantor Pelabuhan Tanjunguban dan Kantor Imigrasi Tanjunguban terkait temuan kedua ABK tersebut. “Untuk sementara keduanya diinapkan di Bintan, selanjutnya kita sudah berkoordinasi dengan syahbandar dan imigrasi,” kata Kapolres.

Terkait masuknya musim utara, Kapolres YS Widodo kembali mengingatkan kepada masyarakat yang selama ini bersentuhan dengan dunia pelayaran dan kelautan untuk selalu waspada dan berhati-hati. “Selalu utamakan keselamatan diri selama memakai alat angkutan laut. Jangan pernah meninggalkan jaket penyelamat atau life jacket selama dalam perjalanan,” ingat Kapolres mengakhiri.

Pemko Tg Pinang Bangun Rumah Adat

PINANG, : Tanjungpinang selalu terbuka untuk siapa saja yang datang dan ingin menetap. Wajar, jika suku-suku yang ada di Tanjungpinang cukup beragam.  Pemko berencana ingin membangun sebuah taman mini rumah adat di daerah Senggarang.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota Tanjungpinang, Syafrial Effi kepada wartawan koran ini,  Kamis (15/1) di kantor Pemko Senggarang.
Kata Syafrial, sebuah rumah adat masing-masing suku, sangat penting agar semua orang yang datang ke Tanjungpinang lebih tahu betapa beragamnya suku yang hidup, tumbuh dan  berkembang di Tanjungpinang.
Di kawasan taman mini rumah adat suku-suku yang ada di Indonesia itu, akan dibangun sebuah taman bermain, kolam renang, panggung hiburan untuk rakyat. Intinya, Taman Mini tersebut akan dijadikan sebagai salah satu daya tarik wisatawan datang dan berlibur ke Tanjungpinang bersama keluarga.
Untuk hal ini, pemko masih mempersiapkan lahan. Tentu, ini satu kerja yang membutuhkan waktu jangka panjang. Tahap awal, pemko sebatas melakukan persiapan lahan. Setidaknya, jika ada investor yang berminat untuk mengembangkan, tentu ini akan menjadi perhatian dan pertimbangan khusus bagi pemko Tanjungpinang.

Launching Tanjung Pinang Pos, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Villa Pin Lang Mas

PINANG, METRO: Launching empat perusahaan (Tanjungpinang Pos, Indrasakti TV, TV Karimun serta Toko Buku 171 yang dilangsungkan di Mall Pin Lang Mas, cukup meriah. Antusias warga terhadap acara ini cukup tinggi. Mulai dari anak-anak, orang dewasa, tua muda, laki-laki perempuan, sejumlah unsur muspida yang ada di Tanjungpinang, Bintan, Batam tumpah ruah di acara ini.
Peserta jalan santai dilepas keberangkatannya oleh Wakil Gubernur Kepri, HM Sani. Mereka mengitari daerah Bintan Center. Usai jalan santai, peserta diajak senam bersama Lipong dan sejumlah instruktur senam lainnya. Termasuk juga wagub HM Sani, ikut memandu senam ini dari atas panggung. Dua hadiah motor serta ribuan hadiah menarik lainnya dibagikan panitia.
Di sesi lain, panitia Gilang Tanjungpinang Gemilang, menyelenggarakan lomba mewarnai bagi taman kanak-kanak. Pemenang langsung diumumkan hari itu juga dan berhak mendapat uang tunai serta hadiah hiburan dari panitia.
Dalam kata sambutannya, Rida K Liamsi, Mantan CEO  Riau Pos Group ini mengatakan bahwa tekadnya terhadap 4 perusahaan yang diluncurkannya pada Ahad (17/1) ini akan dikembangkan semaksimal mungkin. Bahkan, ia juga ingin membangun sebuah stasiun televisi lagi yang ada di Lingga dan Natuna. Itu harapan dia, ke depan.
Katanya, di tanah kelahirannya itu, Rida ingin kotanya menjadi maju dengan kehadiran sebuah stasiun televisi lokal. ‘’Di tanah kelahiran saya, harus ada sebuah stasiun televisi. Saya akan berusaha membangunnya kelak. Sebab, di tanah kelahirannya, ia pertama kali belajar jurnalistik dan bisnis di bidang ini. Maka, dengan tekad ini saya  akan berusaha mengembangkan sebuah stasiun televisi,’’ ujarnya di depan sejumlah peserta dan pejabat Kota/ Kab yang hadir pagi itu.

Asyik Ngelem, Tiga Pelajar SMP Ditangkap

TANJUNGPINANG (BP)-  Tiga pelajar yang tengah asyik menghirup lem (ngelem) di kawasan tugu pingsil ditangkap polisi, kemarin. Saat diamankan, kondisi ketiga pelajar ini dalam keadaan mabuk.

Kapolsek Tanjungpinang Barat AKP M Sibarani mengatakan ketiga pelajar itu berinisial Yp, 17, pelajar di SKB. Lalu Ts, 13, dan Rm, 14, pelajar SMP swasta di Tanjungpinang. Mereka tertangkap basah menghisap lem perekat merek Asahi yang biasanya digunakan untuk lem sepatu.

”Ketiga pelajar ini kita amankan, setelah mendapat laporan dari salah satu guru yang mengetahui aktivitas mereka,” katanya. Saat itu juga, lanjut Sibarani, anggotanya langsung turun ke lokasi untuk memastikan laporan itu. Begitu sampai di sana, ternyata mereka sedang mabuk usai menghisap lem. Tanpa kesulitan, ketiga pelajar ini amankan dan di bawa ke Mapolsek.

Di kantor polisi mereka di memberikan nasehat agar tidak melakukan hal itu lagi. Karena apa yang dilakukannya itu dapat merusak mental mereka sebagai generasi muda. Lalu orang tua mereka dipanggil untuk mengetahui apa yang telah dilakukan anak-anaknya. Dari pengakuan Yp, dirinya sudah lima kali menghisap lem. Sedangkan Ts baru dua kali dan Rm baru tiga kali.
Setiap mau mabuk lem, biasanya mereka patungan untuk membeli satu kaleng lem. Setelah mendapatkan lem, barulah dengan cara bergantian mereka menghirupnya.

”Untuk satu lem, biasanya digunakan untuk tiga sampai lima orang," kata Yp. Dilanjutkannya, dengan satu kaleng ini, jika ada tiga orang, bisa digunakan dari pagi hingga malam. Kalau habis, mereka patungan lagi untuk membeli lem dengan harga Rp6 ribu per kaleng.

Pantauan di Mapolsek Tanjungpinang Barat, ketiga siswa itu terlihat lesu. Saat diwawancarai, mereka menjawab dengan nada pelan.

"Kami melakukan ini hanya iseng-iseng aja. Ikut-ikut teman," kata Ts sambil menundukkan kepalanya.

Sementara itu, Putu, Ketua KPAID Kepri menyebutkan, peran orang tua sangat menentukan masa depan seseorang anak. Dia menyebutkan, remaja sekarang ini sering memiliki masalah tapi tak tahu mengadu kepada siapa yang akhirnya mengambil jalan pintas seperti ngelem atau mengkonsumsi narkoba serta minuman keras. ”Kalau sampai ketahuan ngelem, itu besar kemungkinan si anak tertimpa masalah tapi tak tahu kepada siapa cerita. Akhirnya cerita kepada temannya yang mungkin sudah pernah merasakan ngelem, dan akhirnya si anak terikut-ikut,” ujarnya saat dihubungi tadi malam.

Untuk itu, Putu mengimbau jika seseorang anak ketahuan ngelem, peran orang tua sangat dinantikan. Seperti membawa berobat dan bisa perlu ke terapi. ”Jika seseorang anak ketahuan ngelem atau sebagainay, saya minta orangtuanya harus serius menanganinya. Ini demi masa depan si anak,” ujarnya lagi.

Kontraktor PLN Tak Konsisten

Penyebab Krisis Listrik Semakin Panjang


 
Hingga Senin (18/1) mesin-mesin pembangkit sewa PLN yang pengadaannya dilaksanakan oleh pemenang tender, yaitu Konsorsium Koperasi Induk PLN (KIPP) dan PT Wahana Indah Citra (WIC) belum ada yang sampai di Tanjungpinang. Padahal, inilah satu-satunya solusi krisis jangka pendek yang sangat diharapkan masyarakat.

Kontraktor pemenang tender itu tidak bisa memenuhi kontrak yang sudah ditandatangani, bahwa aliran listrik sudah harus mengalir pada tanggal 17 Januari 2010.  Karena tidak bisa memenuhi kontrak, kedua kontraktor itu dikenakan denda keterlambatan. Hal ini juga berlaku juga bagi kontraktor pelaksana pembangunan PLTU Galang Batang, PT Capital Turbine Indonesia (TIC) yang tidak bisa memenuhi tenggat waktu penyelesaian Oktober 2009.

Kepastian belum tibanya mesin-mesin pembangkit dan denda untuk kontraktor pelaksananya itu disampaikan langsung Manajer PLN Kepri selain Pulau Batam, Wahyu Bintoro kepada wartawan, Senin (18/1). Namun berapa jumlah denda yang diberikan kepada kontraktor pelaksana, Wahyu tidak bisa menjelaskan. Sebab, denda itu diputuskan oleh Kanwil PLN Riau Kepri di Pekanbaru.

”Kita sudah tekan kontraktor pelaksananya tapi hingga detik ini mesin-mesin tersebut belum datang di Tanjungpinang. Kalau kita tanya kepada kontraktornya, jawabannya sedang dalam perjalanan dan diusahakan secepatnya. Karena itu PLN sudah melayangkan surat denda atas keterlambatan pelaksanaan pekerjaan tersebut,” kata Wahyu Bintoro.

Ditegaskannya, bahwa PLN Kepri akan terus menekan kontraktor pelaksana pengadaan mesin tersebut, meskipun denda untuk kontraktor pelaksana pembangunan PLTU dan pengadaan mesin 10 MW sudah dijatuhkan. Hal ini dilakukan agar mereka cepat menyelesaikan pekerjaannya, sehingga krisis listrik yang terjadi sekarang bisa segera teratasi dan masyarakat tidak lagi kesulitan.

”Ini (krisis) sekarang tergantung kontraktornya, PLN Tanjungpinang hanya sebagai penggunanya saja. Semakin cepat kontraktor menyelesaikan pekerjaannya, semakin cepat pula krisis listrik ini teratasi. Kami (PLN) minta secepatnya agar pekerjaan ini selesai dikerjakan,” jelas Wahyu.

Khusus untuk PLTU Galang Batang, Wahyu tidak bisa berkomentar banyak. Sebab, pihaknya hanya sebagai pengguna saja. Upaya yang bisa dilakukan selain menjatuhkan denda, adalah menekan pelaksana pembangunan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Untuk jaringan yang diperlukan mengalirkan listrik dan menjadi tanggungjawab PLN, sudah selesai dikerjakan.

Menanggapi pertanyaan apakah pembentukan tim percepatan penyelesaian krisis listrik, seperti yang diminta saat unjuk rasa, Wahyu yang didampingi P Hasibuan, menegaskan sehari setelah unjuk rasa (13/1), mereka langsung menyerahkan kerangkanya ke Biro Hukum Pemprov Kepri. Namun, hingga sekarang belum ada tanggapan dari Biro Hukum Setdaprov Kepri. Padahal, untuk tim ini bisa berjalan diperlukan surat keputusan dari gubernur.

”Kalau sudah ada SK gubernur baru bisa dilaksanakan kegiatan tim, kamipun siap menanggulangi dananya. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban dari Pemprov,” terang Wahyu.

Dalam kesempatan itu, Wahyu juga menjelaskan bahwa PLN siap melayani keluhan pelanggan terkait pelayanannya dan itu diberikan kepada masing-masing manajer rayon. Jadi, keluhan bisa disampaikan ke manajer rayon. Untuk Rayon Tanjungpinang Kota keluhan bisa disampaikan ke manajernya, Asrul Syah dengan nomor hp 07717004043. Sedangkan untuk Rayon Bintan Center keluhan bisa disampaikan ke manajernya, Bambang dengan nomor hp 08127077391 dan untuk Rayon Kijang ke manajernya, Jon dengan nomor hp 08127719852.

Oktavio Bintana selaku Ketua Perpat 28 Oktober menyebutkan, sebenarnya warga memaklumi apa yang dihadapi PLN saat ini. Tapi ketika warga diberi janji tapi tak ditepati, jelas warga jadi kecewa.

”Janji lagi, janji lagi. PLN Tanjungpinang emang suka memberi janji saja pada masyarakat. Realisasi nol besar,’’ujar Oktavio Bintana, Ketua Perpat 28 Oktober, siang kemarin (18/1).
Seyogyanya, beberapa kali didatangi warga, dijadikan motivasi melayani kebutuhan listrik secara maksimal. Sebenarnya, lanjut pria akrab disapa Vio ini, warga memaklumi ketidakberdayaan PLN. Namun, masyarakat jangan diberi janji.

”Janji itu adalah utang. Makanya, PLN jangan suka beri janji. Masyarakat akan menuntutnya. Akui saja, ketidakberdayaan ini. Katakan sejujurnya bahwa beban pemakaian lebih besar dari daya yang dimiliki. Tak usah beri kepastian ada penambahan daya, mulai 17 Januari ini. Masyarakat akan menuntutnya. Ciptakan kinerja profesional,’’kata Vio, mengaku sangat kesal dengan perusahaan penyedia listrik Tanjungpinang ini.

  Sebelumnya, Manajer SDM, Komunikasi Hukum dan Administrasi Kanwil PLN Riau, Suwandi Siregar, usai meninjau lokasi pembangunan, mengatakan pada wartawan Pembangunan PLTD 2x5 MW yang berlokasi di Pembangkit PLN Air Raja Tanjungpinang memastikan 17 Desember telah uji coba. Penambahan 10 MW ini dipastikan mengurangi jam pemadaman dari 2-5 jam perhari menjadi maksimal 2 jam.

Suwandi menyebut, beban pemakaian puncak listrik PLN Tanjungpinang capai 38,5 MW. Ketersediaan daya hanya 29 MW. Kondisi ini menimbulkan defisit sekitar 9 MW. Dengan hadirnya PLTD 2x5 MW ini maka PLN Tanjungpinang memiliki 39 MW.

Meski penambahan ini telah mampu melebihi beban pemakaian puncak namun PLN Tanjungpinang belum surplus. Pemadaman bergilir akan terus dilakukan hingga PLTU 2x15 Galang Batang dioperasikan. Mengapa demikian ? Karena, PLN terpaksa melakukan perbaikan.

Melihat Aktivitas PNS yang Keluyuran saat Jam Kerja

Kumpul-kumpul di Cafe Sambil Main Game

 
Jam baru menunjukan pukul 14.00 WIB. Harusnya pada jam tersebut di hari kerja, para Pegawai Negri Sipil bekerja di kantornya. Tapi kenyataannya, sebuah cafe di Batu 8 Tanjungpinang, ramai dikunjungi PNS. Sekilas aktivitas yang mereka lakukan, tampak sibuk mengerjakan sesuatu di balik laptop mereka masing-masing. Tapi setelah diperhatikan layar laptop mereka, semua dari PNS yang ada di cafe yang menyediakan sarana hotspot tersebut bermain game online.

YULIANA DEWI, Tanjungpinang

 
Masih lengkap dengan seragam coklat, beberapa kali wajah-wajah yang sering nongkrong di cafe tersebut tampak tidak asing. Bahkan, beberapa PNS diantaranya juga sering bermain ketika waktu baru menunjukan pukul 11.00 WIB.

”Sekarang masih awal tahun, belum banyak kerjaan yang harus diselesaikan di kantor,’’ jawab salah seorang PNS dengan santai. Selain di cafe Batu 8 ini, ada beberapa cafe lainnya yang sering didatangi PNS yang membawa laptop di jam kerja hanya sekedar untuk pokeran. Di antaranya, cafe dia jalan Basuki Rahmat.

”Poker (nama jenis game online di Facebook, red) dapat merusak seseorang,’’ ujar Pn, 29, salah seorang oknum pegawai yang mengaku mulai mengurangi rutinitasnya bermain poker. Diakuinya, awalnya ia tidak begitu tertarik ketika melihat teman-temannya bermain poker. Tapi ketika mencoba sekali, Pn pun tidak bisa lepas dari permainan tersebut.

”Awalnya biasa saja, tapi penasaran terus akhirnya tidak terasa waktu sudah berjam-jam dihabiskan di depan laptop hanya pokeran,’’ katanya.

Akibatnya, banyak pekerjaan yang harusnya diselesaikan, selalu diundur. Tidak hanya pekerjaan yang ditunda, diakuinya ia juga mulai menelantarkan keluarga, karena lebih banyak menghabiskan waktu di luar lebih lama hanya untuk pokeran.

Bahkan, meskipun ada modem yang bisa digunakan untuk bisa pokeran di rumah, tapi diakuinya, ada kepuasan sendiri ketika pokeran ngumpul dengan beberapa rekan lainnya. ‘’Bisa sih ngobrolnya sambil chating, tapi kurang seru aja, kalau main sendiri, jadi lebih suka di cafe yang ada hotspot atau di warnet, bahkan kadang main di kantor teman, tentunya bukan di jam kantor,’’ ujar Pn.

Tidak hanya merusak kinerja dan perhatian dengan keluarga, pokeran juga diakui Pn merusak sosialisasi dengan teman-teman lainnya. ”Jadi jarang ngumpul seperti biasanya, kalau kumpul kepikiran poker terus,’’ tambah Pn.

Begitu candunya dengan permainan poker, salah satu jenis permainan yang ada di facebook, menang atau kalah, diakui Pn poker tetap membuatnya penasaran untuk terus main. ‘’Kalau banyak chip, main terus, kalau chip habis minta sama teman, kalau tidak dikasih, beli, sekarang banyak yang jual chip dan jadi bisnis untuk kelangan tertentu,’’ ungkapnya.

Bahkan, untuk mencari chip ia pernah mendatangi satu persatu warnet atau mendekati orang-orang yang selama ini dia acuhkan. ”Jadi sok akrab sama orang yang punya chip banyak, cuma sekedar dapatin chipnya saja, padahal tadinya nggak pernah ngobrol,’’ katanya lagi.
Karena itu sebagai mantan penggila poker, ia berharap ada aturan khusus yang dibuat.
‘’Khususnya bagi mereka yang bekerja di instansi tersebut, sudah jelas dapat mengganggu kinerja suatu perusahaan, kalu sudah beli chip kurang lebih sama dengan judi,’’ katanya lagi.

Menanggapi maraknya PNS yang nongkrong di cafe sambil pokeran, Humas Pemko Tanjungpinang Surjadi mengatakan, untuk sekretariat, saat ini kantor wali kota dilengkapi dengan hotspot dan jaringannya bisa diakses siapa saja. Tujuan utamanya tentu saja untuk membantu pekerjaan. Sejauh ini penggunaan fasilitas internet di jam kerja masih tahap wajar. Meskipun masih ada yang menggunakan facebook di jam kerja, tapi hingga saat ini dilihat dari bandwith, masih tidak mengganggu. ‘’Melalui bandwith kami bisa pantau, siapa saja yang internetan tapi bukan untuk pekerjaan,’’ kata Surjadi.

Sementara, bagi PNS yang nongkrong di cafe sambil pokeran, jika keberadaan PNS tersebut sepanjang jam istirahat tentunya tidak ada masalah. Tapi jika di luar jam istirahat antara pukul 12.00 - 13.00 WIB, jika ketahuan siapa oknum PNS yang melakukannya tidak bisa ditoleransi. Sejauh ini diakui Surjadi, pihaknya belum ada menerima laporan. ”Mengingat PNS yang berada di luaran tidak hanya PNS Pemko Tanjungpinang saja,’’ ujarnya.

Meskipun demikian, paling tidak saat ini pihaknya masih tahap mengimbau untuk PNS supaya dapat mematuhi jam kerja. Bahkan, meskipun masih awal tahun, meskipun belum banyak kegiatan, tapi sebagai PNS  ada tugas pokok dan fungsi. ”Semua pegawai punya jabatan dengan pekerjaan secara rutin setiap hari, jadi bekerja bukan ketika ada kegiatan saja,’’ tegas Surjadi lagi.

Karena itu, untuk masalah ini pihaknya akan terus memantau PNS yang tidak ada ditempat di jam kerja, terutama yang bolos hanya untuk pokeran. “Kalau akhirnya jaringan internet yang disediakan di kantor banyak yang digunakan untuk pokeran, bisa jadi akan diblokir, tapi sebaiknya ada kesadaran dari diri sendiri saja untuk tidak pokeran di jam kerja,’’ harap Surjadi.
Mengenai main game, pihaknya bersama tim disiplin PNS akan terus memantai PNS yang berada di luar kantor saat jam kerja. ‘’Beberapa lokasi yang disebutkan tadi akan jadi perhatian kami,’’ ujar Surjadi.

36 PNS Pemko Pinang Dapat Sanksi Kedisiplinan

TANJUNGPINANG (BP) - Tahun 2009, sebanyak 36 Pega wai Negeri Sipil (PNS) dan tenaga honorer di lingkungan Pemko Tanjungpinang yang melanggar disiplin mendapat sanksi.

Sanksi yang diberikan yakni teguran tertulis 20 orang, pemberhentian gaji 3 orang. Penundaan kenaikan pangkat sebanyak 2 orang. Penurunan pangkat sebanyak 1 orang. Pemberhentian dengan hormat 2 orang. Pemberhentian dengan tidak hormat  5 orang.  Dalam proses pemeriksaan 3 orang.

”Sanksi ini cambuk bagi PNS dan tenaga honorer lainnya sebagai motivasi bisa bekerja lebih baik lagi,” ujar Wakil Wali Kota Edward Mushalli saat menjadi inspektur upacara Kesadaran Nasional di Tanjungpinang, Senin (18/1).

Dijelaskan Edward momen ini, diharapkan semua pegawai bisa merenungka prestasi dan keberhasilan apa yang telah diraih di tahun 2009 yang lalu. ‘’Kalau apa yang dilakukan masih jauh lebih baik, maka ditahun ini kinerja pegawai bisa ditingkatkan,” harapannya.

Dengan mengevaluasi diri, lanjut Edwadr lagi, bisa direnungkan apa yang menjadi hambatan dalam bertugas sehingga membuat pegawai tidak optimal dalam menjalankan tugas. ”Jadikanlah itu se bagai cambuk untuk kita perbaiki kegagalan itu di tahun ini sehingga fungsi kita sebagai abdi negara dan abdi masyarakat tidak hanya menjadi slogan semata yang hanya diucapkan di bibir,” katanya.

 Edward juga menjelaskan, tahun 2009 yang Pemko Tanjung pinang juga telah melak sanakan  struktur organisasi dan tatalak sana yang baru.

Siswa SMA / MA sekota melaksanakan Try Out

Seluruh Siswa SMA/MA sekota Tanjungpinang mengikuti Try Out yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Tanjungpinang. Kegiatan ini untuk melihat sampai dimana kesiapan para peserta didik atau siswa dalam menghadapi Ujian Nasional. 

Minggu, 17 Januari 2010

Gerakan Pramuka Gudep 0415-0416 mengadakan Persami

Selamat Atas Pendeklarasi Umrah menjadi Unversitas Negeri

Pelajar Jadi Sasaran Empuk

TANJUNGPINANG, -  Maraknya peredaran narkoba di wilayah Kepulauan Riau dan meningkatnya kejahatan kriminal yang melibatkan pelajar, membuat aparat kepolisian merasa perlu untuk melakukan pencegahan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan melibatkan orangtua seperti yang dilakukan Polsek Tanjungpinang Timur.

Menurut Kapolsek TanjungpinangTimur AKP Melda Yanny Sik, pihaknya memang sengaja menggelar program penyuluhan kepada orangtua murid karena saat ini kalangan pelajar memang sangat rentan menjadi korban sindikat peredaran narkoba dan kriminalitas lain.

“Pelajar merupakan aset yang sangat berharga di miliki oleh orangtua, negara dan bangsa. Itu sebabnya pelajar merupakan sasaran yang sangat empuk bagi para pengedar narkoba dan pelaku kejahatan kriminal seperti pelecehan seksual hingga penculikan,’’kata Kapolsek TanjungpinangTimur AKP Melda Yanny Sik di hadapan ratusan orang tua murid di Sekolah Dasar Negeri 013, Ganet, Tanjungpinang Timur, Sabtu(16/1).

Melda yang hadir sebagai pemateri dalam penyuluhan tersebut juga mengatakan perlu adanya peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat, mulai dari orangtua atau keluarga, sekolah, pemuda, LSM, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan kontrol terhadap aktivitas yang dilakukan anak sehari-hari.

“Kontrol dan pengawasan dari keluarga terhadap anak-anak mereka merupakan hal yang paling utama dan pertama untuk menjauhkan anak dari pengaruh narkoba dan terhindar dari bahaya kriminalitas,” kata Melda.

Melda juga menambahkan bahwa bahaya dari dua dampak tersebut sendiri salah satunya merusak mental penggunanya hingga bisa menimbulkan trauma psikis yang berkepanjangan sehingga bisa merusak mental masa depan generasi muda.

Hadirilah ........... Beramai - ramai gratis

Tabligh Akbar Memperingati Tahun Baru Islam 1431 H. Bersama H. Rhoma Irama di Lapangan Pamedan A Yani, Sabtu 16 Januari 2010. Pukul 20.00 wib sampai dengan selesai.

Rabu, 13 Januari 2010

PERINGATAN PEKAN MUHARAM 1431 H

Luar biasa !!!!.
Itu lah yang tergambar pada acara peringatan pekan muharam 1431 H yang diselenggarakan oleh Badan Kontak Majelis Ta’lim ( BKMT ) Kecamatan Tanjungpinang timur. Ribuan masyarakat tumpah ruah pada peringatan pekan muharam yang dipusatkan di pelataran Masjid As – Sakinah, kelurahan air raja, yang dihadiri oleh Walikota, Ketua BMKT Tanjungpinang, Anggota DPRD, Ketua PKK, Kapolsek Timur, Camat dan Lurah se-Kecamatan Tanjungpinang Timur

Kegiatan yang diawali dengan pemotongan tumpeng oleh walikota tanjungpinang ini, di lanjutkan
dengan pawai BKMT yang menyajikan berbagai atraksi berbeda di tiap kelurahan se-kecamatan tanjungpinang timur.

acara1Berbagai macam atraksi yang disuguhkan oleh tiap kelurahan diantaranya adalah atraksi drum
band, anak anak TPA/TPQ, baju adat dan iringan pengantin, serta arak–arakan kompang mewarnai pawai BMKT Kecamatan Tanjungpinang Timur ini.

Selanjutnya walikota tanjungpinang beserta rombongan meninjau stand bazar yang telah disiapkan oleh BMKT tiap kelurahan. Dapat terlihat beraneka ragam makanan, kue–kue tradisional, suvenir, yang semuanya adalah kreatifitas anggota BMKT.

Zalipah, ketua panitia penyelenggara kegiatan ini menyampaikan bahwa peringatan pekan muharam yang diselenggarakan oleh BMKT Kecamata Tanjungpinang Timur bertujuan memupuk rasa kebersamaan dalam bermasyarakat dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan
kepada Allah SWT.

acara2Beberapa kegiatan dan perlombaan dalam memperingati pekan muharam tahun ini adalah lomba Usmaul Khusnah, Seni Kaligraphi, pawai kelurahan, dan stand bazar juga diperlombakan, ucapnya.

acara3Hj.Marsyitah, Ketua BMKT Tanjungpinang mengungkapkan rasa kagumnya pada penyelenggaraan BMKT Kecamatan Tanjungpinang Timur. Amazing !!!!, ucapnya. Dimana BMKT Kecamatan Tanjungpinang Timur berkumpul ribuan orang dalam memperingati pekan muharam kali ini. tujuan peringatan pekan muharam salah satunya adalah mensyiarkan agama islam sampai ke perdesaan. Hj. Marsyitah juga berpesan dengan ada nya peringatan pekan muharam ini diharapkan akan meninggalkan jejak keIslaman pada generasi baru kita, biarlah ini terus menjadi budaya untuk anak–cucu kita kelak, ujarnya mengakhiri kata sambutannya.

Walikota Tanjungpinang, Suryatati A. Manan dalam sambutannya mengajak kepada BKMT se-kota Tanjungpinang harus terus berinovasi dalam menciptakan sesuatu yang baru. Mengharapkan agar tiap BKMT di tiap – tiap kecamatan mempunyai ke unikan masing – masing. Misalnya di Tanjungpinang timur ini, ada kelompok marawis perempuan yang menjadi ke unikannya. Di kecamatan lain juga harus ada ke khasnya masing–masing, harapnya.


acara4Wako juga berpesankepada BMKT se- kota tanjungpinang untuk turut berperan dalam menciptakan rasa aman, nyaman, damai dan indah dalam menjaga kota tanjungpinang ini bersama–sama dengan pemerintah. Dengan adanya penyelenggaran otonomi daerah, tentunya akan ada peningkatan jumlah penduduk. masyarakat di Tanjungpinang yang kini sudah mencapai ± 219.000 jiwa. Dengan makin banyaknya jumlah penduduk maka akan makin tinggi pula tingkat kriminalitas.

Masyarakat dihimbau untuk dapat menjaga lingkungannya agar tetap bersih dan terjaga dari ancaman–ancaman kejahatan. Hidupkan kembali siskamling guna menurunkan tingkat kriminalitas, minimal didaerahnya masing- masing di kota tanjungpinang mengakhiri sambutannya.

Selanjutnya walikota tak lupa memberikan sumbangan kepada kaum du’afa di kec Tanjungpinang timur dan mendengarkan tausiah muharam.

APBD Kota Tanjungpinang Turun, Nasib Guru Mulai Terancam

PINANG, : APBD 2010 Kota Tanjungpinang menurun drastis. Imbasnya, sejumlah pejabat eselon dipangkas tunjangannya. Lalu bagaimana dengan nasib guru tidak tetap yang ada di sekolah-sekolah negeri yang saat ini tercatat sebanyak 956 orang?
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Ahadi saat menjawab wartawan koran ini Kamis (10/12) mengatakan bahwa meski APBD Kota Tanjungpinang tahun 2010 menurun drastis, Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang akan berusaha mempertahankan keberadaan guru tidak tetap (GTT) tersebut.
“Saat rapat bersama DPRD Kota, kita tetap memperjuangkan dan mengusulkan bahwa sebanyak 956 orang guru tidak tetap di sekolah-sekolah negeri tetap mengajar,” ujar Ahadi.
Berdasarkan catatan Dinas pendidikan Kota Tanjungpinang, ada 1.439 orang guru tidak tetap yang mengajar sekolah swasta dan negeri. Akibat menurunnya APBD ini juga, Diknas tidak bisa mengusulkan penambahan GTT.
Dikatakan Ahadi lebih lanjut, idealnya, jika diberikan kesempatan mengusulkan adanya penambahan GTT, mungkin 1.000 orang akan mencukupi untuk mengajar di beberapa sekolah yang masih kekurangan guru. Namun, syukur meski demikian sejumlah sekolah yang ada di Tanjungpinang tidak kekurangan guru.
“Jika dihitung, mungkin banyak yang kurang, tetapi kita berusaha mencukupkan apa yang ada,” jelasnya dengan gamblang.
Terakhir, ketika ditanya apakah nanti bakal ada pengurangan GTT dari 956 orang yang ada, Ahadi tidak bersedia menjawab. “Yang penting kita usahakan mereka tetap sebagai GTT, soal dikurangi atau tidak, rasanya tidak bisa dijawab. Apalagi APBD kita turun,” tukasnya

Ketua DPRD Sumbang Dua Unit Televisi

Jelang Jalan Santai dan Senam Sehat GTG


TANJUNGPINANG (BP)- Panitia Jalan Santai dan Senam Sehat Gilang Tanjungpinang Gemilang (GTG) terus menambah pundi-pundi hadiahnya. Selasa (11/1) kemarin, giliran Ketua DPRD Tanjungpinang Suparno yang menambah hadiah.


Orang nomor satu di DPRD Kota Tanjungpinang ini memberikan dua unit televisi. ”Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Kegiatannya sangat mendidik dan berguna bagi kesehatan,” ujar Suparno, usai menyerahkan dua televisi, di sekretariat panitia di Bintan Center, kemarin.


Ketua Panitia GTG Candra Ibrahim mengatakan hingga kemarin, calon peserta yang akan ambil bagian pada acara yang akan digelar 17 Januari pukul 06.00 WIB nanti sudah menumpuk. Hal itu ditandai dengan banyaknya kupon yang diserahkan ke sektariat panitia.


”Semua kupon yang sudah masuk terus didata dan 3.000 calon peserta pertama yang mengirim kupon ke sektariat, akan mendapatkan kaus kegiatan bertema Gilang Tanjungpinang Gemilang (GTG),” ungkap Candra.


Bagi peserta yang urutan pendaftarannya melewati angka 3.000, lanjutnya terpaksa tidak kebagian baju kaos dan boleh mengenakan kaos olahraga lain. Bahkan meski tidak kebagian kaos, tapi menyerahkan kupon peserta ke panitia maka tetap memiliki peluang untuk mendapatkan hadiah.
”Untuk sementara, hadiah utama masih berupa dua unit sepeda motor dan hadiah berikutnya ada beberapa unit kulkas, TV, genset, jam belajar darurat serta barang-barang elektronik lainnya,’’ujar Candra.


Terkait kegiatan lomba mewarnai, terbuka untuk murid Taman-kanak-kanak dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pemenang lomba akan diberikan tropi, uang pembinaan, perlengkapan sekolah dan jam anak-anak.

Memanas Lagi Setelah Isu Pemadaman

SENIN petang, jarak dua jam setelah demonstrasi bubar, kembali warga tumpah ruah ke PLN. Sejumlah aktivis dari Forkot Kepri pun kembali mendatangi Kantor PLN.

Situasi kembali memanas. Semuanya bermula dari beredarnya isu bahwa Forkot yang meminta pemadaman listrik 1 X 24 jam. Forkot yang tidak terima dengan informasi ini langsung melakukan protes dengan berteriak-teriak di Kantor PLN.

Sebelumnya, di tengah aksi unjuk rasa pada sekitar pukul 11.00 WIB, Kepala PLN Wilayah Kepri Wahyu Bintoro memang memerintahkan kepada stafnya untuk melakukan pemadaman listrik secara total di seluruh Tanjungpinang.

Rencana pemadaman tersebut berlangsung sampai Selasa (12/1) pukul 16.00 WIB. Wahyu beralasan bahwa pemadaman ini dilakukan karena permintaan para pengunjuk rasa. Waktu itu Wahyu diberi pilihan bila tidak bisa menghidupkan lampu selama 24 jam, maka padamkan saja. Dengan berlandaskan pada alasan ini, maka Wahyu pun kemudian melakukan pemadaman.

Namun sejumlah aktivis Forkot membantah hal ini. Julianta Mitra, Presidium Forkot Kepri, menegaskan bahwa tidak ada permintaan Forkot melakukan pemadaman. Yang ada justru Forkot mendesak agar tidak ada lagi pemadaman bergilir di Tanjungpinang.

Kedatangan massa yang membuat suasana panas ini berhasil diredam oleh kedatangan sejumlah pejabat. Tampak Kapolresta Tanjungpinang AKBP Djoko Rudi, Wakil Ketua DPRD Kepri Soeryo Respationo, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Edward Mushalli, dan lainnya.

Mereka bersama Kepala PLN Kepri Wahyu Bintoro, Manajer ESDM, Hukum, dan Humas PLN Riau Suwandi Siregar dan para pengurus Forkot menggelar pertemuan di lantai dua Kantor PLN. Sementara massa yang protes dengan isu pemadaman satu hari satu malam, menunggu di depan Kantor PLN.

Hasil kesepakatan dalam pertemuan itu, PLN bersedia menghidupkan listrik pada saat itu juga. Setelah itu, mereka turun dan menemui massa meminta untuk bubar dengan tertib.

PLN Di Demo

Selasa, 12 Januari 2010

Nisan Timbul Sendiri, Cerita dari Pulau Subang Mas

“Putri Dahlia berkata kepada saya, mudah-mudahan kawasan ini akan maju,” demikian Senin, juru kunci makam Putri Dahlia menirukan ucapan sang putri yang pernah datang dalam mimpinya. Cerita tentang Putri Dahlia sendiri menjadi hal yang unik bagi masyarakat Pulau Subang Mas.

Bagaimana tidak, makam putri asal Daik Lingga ini bisa muncul sendiri dari atas tanah. Padahal, masyarakat di daerah tersebut sebelumnya tidak pernah melihat adanya area pekuburan. Cerita Senin pun diawali dari sebuah peristiwa pada tahun 1997.

“Jadi ceritanya ada seorang wanita bernama Beti yang tinggal di Penghujan, Pulau Bintan. Mamaknya keturunan Daik dan bapaknya orang Padang. Suatu ketika dia mimpi ada orang mengaku bernama Putri Dahlia yang minta kuburannya disalurkan kain kuning. Waktu itu dia cuma cerita ke mamaknya,” kata Senin.

Satu dua mimpinya itu kemudian tidak dianggapnya penting oleh Beti. Namun setelah mimpi yang ketiga dan Beti masih tetap tidak berusaha mencari makam tersebut, ia kehilangan suaranya.

“Dia kemudian diantar temannya ke sini dan ketemu dengan saya. Waktu itu sekitar dua hari sebelum puasa tanggal 29 November 1997. Saya tunjukkan sebuah tempat yang memang sebelumnya dianggap keramat oleh masyarakat sini. Tapi ternyata Beti menggeleng bukan,” lanjut Senin.

Perjalanan menyusuri tepi pantai untuk mencari makam Putri Dahlia pun berlanjut. Tiba-tiba dalam perjalanan pencarian, Beti menunjuk ke arah sebuah tempat dan keluarlah suaranya setelah sekian lama tidak bisa bersuara.

“Ini makamnya. Ini makam dayang pengasuh dan ini makam panglima,” Senin menirukan suara Beti. Ia dan masyarakat pun dibuat terkejut karena selama ini tidak pernah melihat adanya nisan di daerah tersebut.

Setelah diberi kain kuning seperti pinta Putri Dahlia dalam mimpi Beti, satu persatu nisan entah mengapa lambat laun muncul tiba-tiba hingga kini. Senin mengaku nisan tersebut biasanya ditemukan saat ia sedang membersihkan area makam. Ada yang nisannya terbuat dari batu berukir, adapula yang terbuat dari kayu.

“Kita juga sudah minta bantuan dari pemerintah. Saat itu pemerintah mau kasih bantuan untuk melindungi makam asal sejarahnya jelas. Setelah ditelusuri ke Lingga, memang benar pernah ada seorang putri entah dari selir yang mana yang bahteranya karam,” Senin berkisah.

Dalam mimpi Snin, Putri Dahlia juga mengatakan kalau ia dan seluruh awak bahtera yang dinaikinya setelah dari Pulau Penyengat, karam ketika akan pulang ke kerajaan di Daik. Tempat keramat yang awalnya dihormati oleh masyarakat Subang Mas ternyata tempat karamnya kapal.

Dalam gambaran mimpi Senin, ia bercerita kalau Putri Dahlia memiliki rambut panjang sepinggang dan berwajah cantik. Sedangkan panglima memiliki tubuh besar dengan selempang kuning menyilang di dada dan bahu, serta menggunakan tanjak yang mengikat rambut ikalnya. Dayang pengasuh sendiri sudah tampak tua, bertubuh pendek, dan rambutnya sudah beruban.

Kejadian-kejadian aneh pun sesekali terjadi. Misalnya ketika makam sudah ditemukan dan selama dua minggu, Senin tidak membersihkan makam, ia didera sakit. Begitu pula ketika tembok makam didirikan, seluruh masyarkat di Subang Mas diserang sakit tidak jelas. Namun Snin sendiri mengaku justru banyak dibantu oleh arwah Putri Dahlia. Dengan petunjuknya, ia kerap dibantu mengobati orang yang sakit.

Selain Putri Dahlia, adapula beberapa tempat yang menurut Senin memiliki kekuatan khusus. Misalnya singgasana Putri Dahlia yang terletak di tepi pantai. Bentuknya indah menyerupai kursi singgasana meski terbuat dari batu. Adapula batu cincin yang menurut Snin, tempat itu adalah persinggahan sepasang putri duyung. Ada juga batu berbentuk ketam yang berada di dua lokasi berbeda. Satu Pangeran Ketam Hitam dan satunya lagi Pangeran Ketam Putih.

Terlepas dari cerita mistik yang melingkari Pulau Subang Mas, pulau yang terletak tak jauh dari Pulau Rempang ini memang memiliki kecantikan tersendiri. Seperti Pantai Trikora yang berada di Pulau Bintan, Pulau Subang Mas juga memiliki batu-batu besar berwarna merah yang memiliki bentuk khas. Sementara itu di depan pulau ini terdapat Pulau Tunjuk yang nampak berkilau dengan pasir putihnya tepat di daerah yang menyerupai ujung jari telunjuk.

Sayangnya, kecantikan pulau ini kini terpendam. Beberapa tahun yang lalu memang sempat didirikan sebuah tempat wisata di sebuah sisi pulau. Namun tempat itu tidak berjalan lama. Keganasan laut terutama pada musim angin utara sempat menelan korban hingga pengunjung pun akhirnya jarang datang kembali ke pulau ini.

Transportasi untuk menuju pulau ini pun agak sulit. Jika dari Pelabuhan Punggur, siapaun yang ingin mengunjungi pulau ini harus mencarter dengan biaya sekitar Rp 100 ribu. Belum lagi perjalanan yang bisa menghabiskan waktu sekitar dua jam untuk sampai ke pulau tersebut diiringi dengan gelombang lautan yang lumayan besar. Sedangkan dari daerah Rempang Cate yang memiliki posisi dekat dengan pulau Subang Mas, jarang ada penduduk yang mau mengantar hingga ke Pulau Subang Mas.

Berangkat Sekolah Harus Renang

Masalah ombak yang mengitari Pulau Subang Mas juga menjadi kendala bagi anak-anak pulau tersebut untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMP. Padahal, SMP ada di Pulau Air Raja yang terletak di bagian barat dari pulau tersebut. Hanya saja, kebanyakan masyarakat tinggal di bagian timur Pulau Subang Mas atau Pulau Tunjuk yang letaknya di sebelah timur Pulau Subang Mas.

“Jaraknya sih cuma sekitar 200 meter. Tapi untuk ke sana anak-anak harus naik sampan dayung yang bisa makan waktu sekitar tiga jam. Belum lagi jalan ke sekolah yang butuh waktu setengah jam,” ujar Ustad Marzuki, dai pulau utusan Lembaga Amil Zakat Masjid Raya Batam dan guru bantu di SD 019 Subang Mas.

Bisa juga anak-anak di pulau Subang Mas menempuh perjalanan darat dulu sekitar satu jam. Barulah mereka menyebrang dengan menggunakan pompong yang satu orang bisa menghabiskan Rp 10 ribu untuk pulang pergi setiap harinya.

“Kadang karena banyak orangtua yang nggak tega, mereka dikoskan di sana. Biayanya juga lebih murah kos,” imbuh Marzuki.

Bagi Muhamad dan Haripah, putri mereka, Elis, akhirnya disekolahkan di sebuah SMP di Rempang. “Di sana enak banyak kegiatannya,” ujar Haripah.

Namun tak banyak yang seberuntung Elis. Riani misalnya. Gadis yang ingin menjadi guru SD ini harus pasrah untuk memutuskan pendidikannya hanya sampai SD karena tidak ada biaya.

“Kos bisa seratus ribu lebih per bulan. Belum beli pakaiannya,” keluh Riani yang mengaku empat dari delapan murid di kelasnya yang tidak bisa meneruskan sekolah ke jenjang SMP seperti dirinya.

Masyarakat di pulau tersebut memang begitu mengandalkan laut sebagai tempat mengais rejeki. Hanya satu dua saja yang mulai mengandalkan ladang untuk mata pencaharian.

“Kalau semuanya mau kompak ngolah ladang mungkin enak. Kalau kaya kita sendiri kemarin ya hancur. Habis dimakan babi,” keluh Haripah.

Sementara itu seperti umumnya nelayan mereka begitu tergantung pada kondisi cuaca. Apalagi saat musim angin utara, mereka bisa hanya memperoleh ikan untuk dimakan sendiri. Itupun dengan mengandalkan hasil dari tangkapan di kelong.

HUT Ke 226 Tanjungpinang

Berbagai acara di gelar menyambut HUT ke 226 Kota Tanjungpinang, Rabu (6/1). Sehari sebelumnya, selasa (5/1) Wali Kota Tanjungpinang, Suryatai A Manan, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Edward Mushalli, Muspida Kota Tanjungpinang beserta Pejabat di Jajaran Pemko Tanjungpinang berziarah ke makam para tokoh yang berpengaruh di Tanjungpinang.
Ziarah dimulai dari makam Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah yang terletak di Kampung Melayu Pelabuhan Batu 6. Di makam ini kegiatan diawali dengan pembacaan riwayat singkat Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah yang dipertuan Riau - Lingga - Johor - Pahang, dilanjutkan dengan penggantian kain kuning nisan makam dilakukan oleh Walikota Tanjungpinang Suryatati A Manan, serta dilanjutkan dengan penaburan bunga pada makam tersbut.